Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, February 16, 2017

ARRAHMA HIJRATIFILLAH






Lantunan ayat ilahi dibaca merdu

Alam membahana terdiam rindu

Rindu yang tak terkira sembilan bulan menunggu

Menyambut titipan ilahi yang bertapa dirahim bundamu



Ooh.....indahnya suasana Magrib menjelang Isya itu

Sang bidadari titipan ilahi lahir menatap tajam papamu

Katanya tersirat dia datang tuk menghibur kalbu

Memberikan semangat papa yang dirundung sendu.



Hai....haiii...haiii anak bungsu cantikku

Hadirmu melengkapi bahagia dihidupku

Perintah syukur atas rahmat tuhan bagiku

Karenanya engkau adalah rahmat dalam hijrah pada Allah ku.





(puisi ini adalah untuk anakku yang lahir tanggal 30 Desember 2016)

Padang, 30 Desember 2006.......

Tuesday, April 19, 2016

Pungguk dan rembulan

Pungguk & rembulan
Karya resmen

Kaki berkuku tajam mencengkram dahan
Suara melengking menantang kelam
Dirasanya dia sang raja pada malam
Itu nasip sang pungguk merayu rembulan


Hai kau yang rindu diam
Bangunlah seiring teriakan azan
Gadismu tak lagi kau genggam
Dia tak kembali walau kau diam

Sadarlah diri hai terluka nestapa
Embun malam kan disapu mentari
Buang nestapa tersisa cinta abadi
Tuk jadi bukti saat bersua atau mati
nanti...


(Teruntuk yang tlah hilang)

Wednesday, December 9, 2015

PERMAISYURI SYURGAMU

oleh  : Resmen



sang gerimis mengalahkan embun pagi,
dinginnnya seirama meresap dalam hati
sang sufi berdiam merenung diri dalam sunyi
berharap  redha kan bahagia syurgawi


terbayang senyum  di bibir sang perawan
terkhayal bahagia harap di dada sang duda muda
menunggu janji janji abadi nan penuh harapan
tuk asanya terpantau dalam jiwa yang merana


diam, renung, dan dzikirkan di jiwa
disampingmu terjaga permaisyuri syurga
titipan tuhan yang kau punya sejak kau dewasa
tahukah kau, dialah pelayan abadi alam syurga

usap lembut air mata mengalir hangat dipipi
bawalah permaisurimu kemana engkau pergi
tebarkan senyum akan kehidupan abadi
temani  sampai sang khalik menjemputmu mati

                                                  padang, 9 desember 2015



Tuesday, December 8, 2015

KENANGAN SEMU DUNIA



karyaku :Resmen

ketika sang malam menyapa langit dan tanah
bumi berputar pun pasrah tuk merubah rasa dan arah
terik siang nan ganas menyengat tubuh hamba Allah
dia tak berdaya melawan putaran bumi menuju gelap memerah,

hai, hai sadarkah kau yang dimabuk asmara dunia
sesaat kau menangis meradang meregang asa dan cinta
kau renggut kata hati para pecinta dunia fana tak beraksara
sadarkanlah diri, kau yang sesaat akan ditinggal cinta dunia

buang, lempar sejauh matamu menatap gulungan samudra
biarkan hanyut tenggelam jauh dalam lapisan kulit dunia
buang luka derita cinta menusuk mu di dalam dada
karena Tuhanmu menciptakanmu menjadi hamba perkasa

tunggulah, lihatlah, pandanglah, mentari pagi menyapa
senyuman adzan subuh kan mengingatkanmu tuhan masih ada
berdirilah kau tegar di kaki kaki kuatmu selama kau kuasa
saatnya tiba sapaan tuhanmu atas wafatmu menyampaikan rayu cinta pada Nya

                                                padang, untukmu yang tercinta...8 desember 2015

Sunday, November 27, 2011

Kau Gadisku diamku



Sendau gurau tawa tangis di bibirmu
Berganti rona bak musim nan tak kunjung kenal waktu
Saat kau tertawa ku tau kau bahagia denganku
Saat kau menangis ku paham kau tak ingin aku berlalu

Aku ingin tetap menatap rona wajahmu
Aku ingin terus menciumi bibirmu
Aku ingin kau selalu tetap dipekukku
Aku mau kau selalu jadi gadis mencintaku


Duhai sayang, lihatlah nun gelapnya angkasa malam
Disana kau bagai bintang gemintang berkilau pualam,
Kau cahya rembulan putih yang tak pernah diam
Kau kan trus ku cinta slama bintang rembulan bercahaya malam


(teruntuk kau yang selalu kucinta dan kurindu)
Jakarta, 27 November 2011

Sunday, October 30, 2011

latifa anakku


wajahmu bersinar bulan purnama
senyummu memecah bahagia di jiwa
langkahmu gemulai tarian mempesona
kata-katamu menyejukkan hati & raga

saat menatapmu ku dibuai angin syurga
membelai tanganmu serasa bergetar dalam dada
mengajarimu membuat aku jadi sempurna
memilikimu adalah anugerah tuhan tiada tara

wahai latifa sulungku yang tercinta
senyumlah merekah semerbak aroma bunga
melangkahkan tanpa batas mengarungi cita-cita dan agama
di zamanmu harapku kau pemimpin penyejuk jelata


Padang panjang, 14 Oktober 2011
(sebagai kado ulang tahun untuk anakku Amira Latifa HF)

Sunday, October 2, 2011

PERMAISYURI PILIHANKU

kau bukan wanita terlembut di dunia,
kau bukan tercantik di alam semesta,
kau bukan perempuan terpintar di alam maya
dan kau bukan kaum hawa yang  perkasa,

darimu aku tak butuh kalimat paling
denganmu takkan ada kalimat sempurna
bersamamu tak mungkin ada kata maha
bagiku kau cukup biasa-biasa saja,

permaisuriku, yang ku tahu kaulah pilihanku,
dalam kekuranganmu ada kelebihan ku
bersama kelembutanmu ada keras hatiku,
dari kelemahanmu membuat aku sempurna untukmu


bidadariku, tetaplah kau ada disisiku
biarkan semuanya berjalan bersama kekuranganmu
karena ku kan jadi pelengkap bahagia untukmu
tetaplah dalam pelukku hingga Izrail menjemputku



(puisi ini teruntuk istri permaisyuri yang baik hati/BY RESMEN)

Wednesday, September 28, 2011

PALU KEADILAN SEMU

penguasa baju hitam panjang dari atas kebawah,
bertongkat komando  palu keras mengguruh
gelegarnya menghantam keadilan rakyat bawah
katanya, dialah pembuat keadilan yang gagah

si maling ayam meratap tak tabah
simorfinis memberontak tak tentu arah
si pemerkosa menangis air mata darah
sang koruptor tertawa sujut mencium tanah

begitulah, ketika palu sudah bersabda
terhukum tak kan terima akan deritanya
penuntut tak puas akan putusannya
namun apalah daya palu itulah yang berkuasa

biarlah, biarkan ketukan palu itu berbunyi,
biarkan hukuman si jelata meninggi
relakan si koruptor di bebaskan tak tahu diri
karena itu adalah keadilan yang tak hakiki

ooh tuhan yang maha pemutus tertinggi
ku saksikan nanti kaulah raja adil abadi
sang palu pemberi salahku kan kulihat nanti
kan kau nilai sang hakim pemutus di dunia itu nanti



(karya ini tuk rakyat jelata yang rindu keadilan nurani penegak hukum)
By RESMEN)

Tuesday, September 27, 2011

MELANGKAHLAH GADISKU !!!!




satu,......... dua, .............tiga..
gadisku sinilah, berjalanlah selangkah
stiap tegakmu  jadi senyuman buat bunda
stiap ayunan mu jadi semangat tuk papa
aku tau, kau gadisku yang mempesona


sering kau jatuh, sesering kau bangkit
saat kau jatuh, kau pun menangis,
kala kau bangkit kau tertawa dan berusaha kuat
sungguh kau begitu keras

hidupmu bak cakrawala tak terkira
asamu bak bintang gemintang tak terbilang
luas dan begitu banyak, tak terwakilkan kata-kata
aku yakin kau perempuan luar biasa...

nak,..nun kelak engkau dewasa
teruslah melangkah membawa beribu cita-cita
tetaplah bertahan dengan derita tak terkira
karna itu kan jadikan kau perempuan sempurna

gelombang laut tak kan robohkan batu karang
kaulah batu karang yang tegar di tengah laut
bertahanlah akan gelombang hidup nan surut dan pasang
kuatkanlah langkahmu tuk capai asa nan hendak kau wujut



(karyaku buat si kecil Ainun Adilla Firesmen, si kecil nan menawan hati) BY RESMEN

Monday, September 26, 2011

KESETIAAN WANITA BIASA

rintik-rintik hujan kala malam memelukku

membuai,membelai kulit-kulit dengan selimut dinginmu
sang gadis bertahan dalam alam rindu
mengharap gerangan mimpi dan asa cintanya berpadu


oooh..taukah kau tuan betapa manisnya kerinduan
taukah kau nona betapa bahagianya penantian
dikala mentari sore rindu hendak datangnya pagi
dikala sang pantai rindu akan belaian ombak yang menjulur ke tepi


dalam..,....dalam sekali, bahkan hanya tau dalam rona rupa tanpa kata
diammu sbagai bukti kesetiaan wanita biasa
senyummu menandai harapan hati dalam asa
tangismu pertanda harapan tuk berjumpa
langkahmu menuju satu asa yang tak pasti
aku tau walau ku tak yakin itu pasti


adinda putri relung penghibur hati
biarkan..biarkanlah cinta itu bersemi di dalam sanubari
kau jaga sampai ajal nanti,
hingga tuhan kan jadikan kau pelayanku di surga nanti





(karyaku ini kupersembahkan buat hati yang galau, yang meratap disudut malam nan kelam.../RESMEN)

Tuesday, September 20, 2011

cincin besi putih


kilat kemilau bias besi bulat di jarimu,
sungguh oh sungguh  aduhai..
kau begitu mencuri sisi mata dan hati ini
aku terkadang berfikir
betapa besarkah arti besi melingkari jari,
betapa tergila-gilanya aku,
hingga besi yang biasa jadi pertanda berharga..


kau katakan kau cinta,
kau katakan kau tak sendiri,
kau katakan kaupun bersamanya..
cukup kau lihatkan satu jari sebelah kelingkingmu
aku akan paham,..tak perlu kau berkata,..
aku sudah tak sendiri...


yah...yah,...yah..yah....
sekarang taukah kau betapa berharganya itu
harganya melebihi satu kata cinta
jangan mainkan  besi itu, jangan remehkan besi bulat  itu,..
meremehkannya sama saja kau malu akan makna besi itu...
biarlah dia terus melingar, bercahaya,memeluk jari manismu..

awan pertanda hujan, mentari bertanda cerah
cincin pertanda cinta,  tandanya melebihi bentuknya
biarkanlah,..... biarkanlah tanda itu ada bersama maknanya
hingga ku tahu,..kau kan tetap ada selamanya, hingga ku tutup mata ini.


( ku persembahkan buat sang pemegang cincin sebagai tanda cinta)...
by RESMEN

Sunday, September 18, 2011

Kegalauan

krik..krik..krik.....krik...
sang jengkrik pemusik malam menghibur kelopak mata nan tak kunjung kelam
seraut bayangan bergoyang di alam khayal nan hitam
dia tak nyata, dia maya...oh...tapi begitu mempesona


aku terpaku mengenang asa dan derita
dia datang pergi begitu cepat datang secepat dia pergi
pernahkan ada air mata mampu mengganti derita
pernahkan tawa mengganti bahagia,

tidak, tidak tidak tuan
tawa dan tangis hanya aura saja,
tawa dan tangis hanya tersirat dalam rona,
namun hatinya bergelora, membara, membakar seluruh sudut jiwa

terkadang, asa datang, 
tapi taukah kau tuan sang nestapa tak kan berakhir sekejab
sadarkan kau tuan sang bahagia tak mengobat derita
perih gurat luka, kan hilang namun tetap jadi tanda


biarkanlah dia ada, penuh gurat mempesona
namun tak kunjung terkira entah kan bisa membawa bahagia
lautan kan tetap berdebur walaupun pantai sudah letih menahan tepukan ombak
hidup tak kan pernah berjalan mundur, meskipun kau tak terima atau memberontak..


(puisi ini aku buat untuk menenangkan diriku akan tekanan hidup....by RESMEN)

Page

Label

Pengikut